Chevening Scholarship in The UK

Tentang Menulis Esai

Musim aplikasi Chevening tahun ini saya mendapat banyak pertanyaan soal esai. Esai memang selalu jadi isu tiap musim aplikasi dibuka. Aplikan rupanya sudah semakin sadar bahwa komponen esai ini bisa jadi make or break untuk lolos ke tahap selanjutnya.

Untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar esai, Survivingukmasters.com akan menurunkan beberapa tulisan seputar esai. Ini adalah bagian pertama.

Dan berikut adalah beberapa hal soal esai.

Esai adalah soal menyampaikan pemikiran

Selain pengertian berikut esai bisa diartikan sangat sederhana sebagai tulisan penyampai pendapat. Bentuknya bisa macam-macam mulai dari twit, opini pribadi di media sampai thesis doktoral. Yang lebih umum dipahami orang  adalah penyampaian pendapat dengan bantuan poin argumentatif. Dalam ketentuan aplikasi Chevening esai masuk dalam kategori terakhir ini. Jadi poinnya dua: pendapat dan argumen. Biar bahasa Inggrisnya jago dan pinter bicara, kalau tak jelas konsep pendapatnya sendiri apalagi argumen untuk menyokong pendapat itu, ya bakal kesusahan di esai. Karena itu pastikan dulu, pemikirannya apa, kenapa, bagimana dan seterusnya sudah Anda pahami sebelum mulai menulis

Penuhi apa yang diminta

Kalau aplikasi minta minimal 100 kata maksimal 500, jangan tulis lebih satu kata pun. Sebaliknya, jangan juga cuma pakai 100 kata – maksimalkan ruang untuk menulis sebaik mungkin. Kecuali Anda sangat PD ya. Kalau ada catatan “Please do not duplicate the information you have entered on the work experience and education section of this form” maka usahakan maksimal jangan sampai repetitif: tulis poin Anda dengan efisien sehingga tanpa mengulang-ulang hal yang sama misi tercapai

Gunakan Bahasa Inggris baku saja, tapi banyak lah berlatih

Poin dari esai ini adalah menyampaikan maksud supaya pembaca mudeng. Kalau Anda tak punya kemampuan berbahasa sefasih kolumnis media, jangan khawatir, Anda tidak dituntut untuk itu. Tim Seleksi Beasiswa Chevening tahu persis bahwa Bahasa Inggris bukan bahasa utama kita dan mereka paham kita mungkin tak punya kemampuan berbahasa sebaik mereka yang berbahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Karena itu target utama adalah: to get your point across. Kalau bisa disampaikan dalam bahasa yang eloquent, itu bonus. Coba cari-cari contoh, banyak-banyak belajar dan menyerap gaya serta istilah dari tulisan lain. Banyak latihan menulis akan sangat membantu

Logika tulisan yang runtut

Konon ini bagian yang sulit: menulis dengan runtut. Bukan sekedar merujuk pada kronologi penceritaan ya, tetapi lebih pada bagaimana menyampaikan maksud dengan dukungan argumentasi memadai. Misalnya apa hubungan waktu sekolah jadi mahasiswa teladan dengan prospek akan jadi kandidat Master’s yang unggul? Atau bagimana menjelaskan Indonesia sebagai negara berkembang dengan cita-cita Anda kuliah di jurusan Mental Health Policy? Menyampaikan apa-bagimana-kenapa sampai jadi kesimpulan ini yang jadi tantangannya

Jangan buru-buru

Bahkan penulis profesional saja perlu waktu untuk menulis esai dengan baik. Take your time. Baca ulang yang sudah ditulis untuk memastikan Anda tak salah tulis, tak meleset menyampaikan argumen, bahasa bisa dimengerti dan lain-lain. Karena ditulis dalam bahasa Inggris perlu juga dicek pemakaian tenses dan typo. Idealnya, ada proof reader dan editor. Kalau tak ada pun, mintalah siapa orang yang Anda percaya untuk cek tulisan Anda. Minimal untuk konfirmasi: elu mudeng tulisan gue ini gak si? Kalau jawabannya tidak, nah, have a look and rethink. Atau mungkin Anda perlu cari pendapat kedua.

Sebaiknya tidak nyontek bulat-bulat

Selain soal kode etik seorang kandidat pencari ilmu yang berbudi luhur dan terhormat, menulis esai karya sendiri selalu memberi poin orisinil dan unik. Tentu bukan berarti tak bisa meniru gaya atau cara tutur orang lain. Tapi setidaknya usahakan maksimal konten Anda benar-benar milik sendiri. Saya tidak tahu sistem Tim Seleksi untuk menyortir esai kandidat. Tapi kalau mereka pakai software semacam Turnitin (software pelacak duplikasi anti-contek), tulisan hasil jiplakan akan sangat mudah dideteksi. Sekaligus membuktikan bahwa Anda siap jadi mahasiswa anti-plagiat kalau lolos ke UK

Lakukan dengan disiplin dan spartan

Seperti hampir semua hal di dunia, sukses hanya datang kalau Anda serius dan bekerja keras. Dengan esai juga begitu: jangan mengharapkan esai bagus secara instan. Saya menyarankan agar menggarap esai dengan jadwal tertentu, misalnya setiap hari dalam sebulan bolak-balik dilihat dan diperbaiki sehari @30 menit. Usaha amat? Lah iya, kecuali kalau situ sudah merasa yakin

Kasih tau ya kalau Anda merasa ada yang perlu ditambahkan atau diubah dari poin-poin di atas. Kami juga tertarik dengar pengalaman Anda menulis esai – gagal, sakses, semuanya. Let us know via survivingukmasters@gmail.com. Berikutnya kami juga akan menerbitkan tips khusus tentang konten esai. Nantikan ya!

Foto dari Flickr

Dewi Safitri adalah penerima beasiswa Chevening 2014-2015. Kontak melalui Twitter di @s_ukmasters dan @pendekarsilat11

0 Comments

Leave a Reply