Academics Life

Gagal lolos Chevening lagi tahun ini, what’s next?

Gagal dapat undangan wawancara tahun ini?  Kecewa dan marah? Mau curhat tapi malu sama teman karena ketahuan tidak lolos?

Mana ada teman yang lolos padahal Bahasa Inggrisnya pas-pasan dan waktu kuliah nilainya biasa-biasa saja. Padahal rasanya sudah hakul yakin karena sudah mengantongi LoA dari dua universitas. Makin stress waktu ingat semua tes IELTS yang menguras tabungan dan waktu belajar. Belum lagi mati-matian minta referensi bos, padahal enggak terlalu kenal secara pribadi. Tiap hari mantengin laptop cari trik nulis study motivation. Ya Allah, Tuhan YME. Kenapa gagal lagiiii I Aaarrrghhh!!!!!

Been there. Done that. Guess what: that happens. A lot.

Saya mengirim aplikasi Chevening pertama tahun 2001. Lolos dan berangkat ke UK tahun 2014. Does that make me a complete sucker? No doubt. What kind of a loser applying and trying for such great length of time anyway? Maybe the worst – except that – trying doesn’t make you a failure. Quite the opposite. Buktinya saya akhirnya lolos. Setelah satu suami dan tiga anak, SAYA BERHASIL horeeee. At long last.

So what did I do along those years of failing? It’s what everybody else’s doing when they fail – they keep working on it or die trying. Coba lagi, coba terus. Wong gada batasan umur untuk aplikasi Chevening. Use this to your advantage.

Boleh dicek ulang beberapa posting lama ini untuk sekedar refleksi, dimana kekurangan dalam proses aplikasi lalu. Kalau IELTS belum tembus, boleh cek ke sini dan bikin langkah-langkah perbaikan baru. Dan seterusnya.

Satu hal yang mungkin baik diingat adalah dengan satu tahun di tangan guna menyiapkan diri untuk aplikasi akhir tahun berikut, adalah Anda bisa selalu menyusun ulang strategi. Barangkali mau ganti jurusan, ganti universitas, ganti kota? Mau ganti riset dan menyesuaikan perkembangan sains terkini di Inggris mau pun tanah air? Apapun itu, Anda punya waktu ekstra untuk menyiapkan diri lebih guna masa studi nanti. Baca dan cermati saran di sini untuk info lebih lanjut.

Oiya, kalau betulan sudah sempat diterima di uni yang diminati di Inggris, sampaikan lewat email bahwa Anda batal berangkat karena sementara gagal mengantongi beasiswa. Kalau tahun depan masih meminati jurusan tersebut, sampaikan juga permintaan deferral (penundaan) supaya tahun depan tak perlu mengulangi proses aplikasinya. Kemungkinan besar mereka akan kirim tawaran beasiswa lain, biasanya parsial dan masih harus ditambahi sumber keuangan lain supaya cukup untuk biaya studi dan hidup selama di Inggris.

Anyways, gagal tahun ini bukan akhir dari perjuangan. Tidak boleh jadi akhir dari perjuangan.

Looking forward to hear that ‘UMPH’ from your triumph next year!

Dewi Safitri adalah penerima beasiswa Chevening 2014-2015. Dapat dikontak melalui Twitter di @pendekarsilat11

2 Comments

  1. Mas, saya salah satu applicant Chevening 2017/2018. Saya mau bertanya. Saya belum mendapatkan email undangan interview. Tapi tab upload references saya udah live dan bisa untuk diupload dan disubmit. Apakah saya termasuk yang lolos ke tahap wawancara? Mengingat ini udah pertengahan Februari yang dijadwal adalah pengumuman lolos ke interview. Makasih mas.

  2. Administrator 2

    Hai Rendra. Yang saya dengar undangan untuk wawancara beasiswa Chevening tahun ini sudah dikirim. Tetapi tidak tahu persis siapa saja dan berapa jumlahnya. Undangan selalu dikirim lewat email sehingga saya akan sarankan supaya Anda rajin cek emial. Kalau pun tak terima tahun ini, jangan khawatir. Selalu ada tahun depan. Mungkin malah sekarang ini Anda sudah terima undangannya karena saya jawab pertanyaannya telat sekali. Maaf ya. Selalu semangat!

Leave a Reply