Ask Us Scholarship in The UK Your Questions

Interview – bagaimana memberi jawaban meyakinkan

Saya, pada bulan Agustus tahun ini sudah mengikuti interview beasiswa namun saya merasa jawaban yang saya utarakan kurang memuaskan terutama mengenai pertanyaan bidang minat saya. Kira-kira untuk bidang science, jawaban seperti apa yang bisa sampaikan untuk meyakinkan interviewer bahwa sebagai scientist kita juga bisa berkontribusi terhadap masyarakat terutama pada bidang yang akan saya pelajari yaitu financial statistics ?

Vita, alumni jurusan statistika

Dari sekian panjang proses menuju beasiswa, proses wawancara oleh pemberi beasiswa adalah yang paling nerve-wrecking. Tidak seperti proses menulis motivation statement yang bisa dibolak-balik diedit dan di-proof read oleh orang lain, membawakan diri dalam sesi wawancara adalah kesempatan sekali sudah itu selesai. Kalau berhasil ya lolos, kalau gagal tidak ada peluang lagi. Which makes it, itu tadi, nerve-wrecking.

Tetapi oh tetapi, bukan berarti tampil meyakinkan saat wawancara tak bisa dilatih. Justru latihan yang akan membedakan tampilan Anda dari grogi jadi meyakinkan. Dalam latihan, sebisa mungkin selalu libatkan orang lain yang berfungsi sebagai sparring partner/mentor atau sekadar orang yang menempati posisi jadi penanya. Latihan sangat krusial karena selalu ada kemungkinan, wawancara dilakukan dalam bahasa Inggris yang bukan bahasa kita sehari-hari. Karena itu kunci lolos tahap ini juga ada dalam seberapa baik kemampuan Anda emngkomunikasikan ide dala bahasa tersebut.

Berikut adalah kunci tampil bagus, termasuk membantu menjawab pertanyaan tentang ‘bagaimana cara menjawab pertanyaan dengan meyakinkan sesuai dengan bidang studi yang kita pilih’?

1/ Kenali studi Anda dengan sebaik-baiknya.

Pastikan Anda tahu betul apa studi yang dituju, apa relevansinya dengan studi S1 Anda juga latar belakang profesi selama ini dan kenapa penting untuk Indonesia. Ini proses yang mestinya sudah berlangsung sejak menulis motivation statement untuk melamar ke Universitas maupun aplikasi beasiswa. Di tahap interview, interviewer akan menggunakan motivation statement yang sudah Anda kirim sebagai bahan untuk mendalami minat dan kesungguhan Anda melamar bidang studi yang Anda tuju. Dan kalau Anda kenal jenis, materi, dan tujuan studi Anda maka Anda akan dengan lebih mudah menjelaskan kenapa Anda tertarik ke situ dan apa relevansinya untuk Anda dan bangsa Indonesia dalam 5-10 tahun kelak.

2/ Tampilkan pengetahuan detil dan ilustratif tentang studi pilihan

Saat diwawancara, jangan segan mengutip angka, statistik atau ramalan tentang bidang yang Anda lamar. Saat bicara soal financial statistics mungkin Anda bisa menyebutkan bahwa sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi (termasuk yang) tertinggi di dunia, kebutuhan Indonesia akan ahli matematika dan statistik sangat besar. Perbankan, asuransi, pasar modal, perdagangan internasional, analisis ekonomi, dan bahkan perubahan iklim memerlukan kehandalan modeling matematika dan financial statistics. Ingat krisis ekonomi parah tahun 1997-98? Di masa mendatang krisis mungkin masih akan terjadi – tetapi dengan memiliki financial statistician yang unggul, dampak krisis setidaknya dapat dikurangi karena mereka diharapkan dapat membantu memberi ramalan dan proyeksi dengan akurasi tinggi. Anda bahkan bisa saja menyitir klaim misalnya rasio ideal antara ahli statistik dengan populasi suatu negara adalah X:Z, sekarang Indonesia masih jauh dari itu sehingga penting bagi pemberi beasiswa untuk membantu negara ini tumbuh dengan cara mendekati kekurangan rasio ini.

3/ Tampilkan proyeksi masa depan

Pertanyaan paling umum dalam sesi interview adalah yang sejenis dengan “Apa yang akan Anda lakukan dalam 5-10 tahun ke depan”. Pendeknya Anda diminta membuat ramalan tentang diri Anda sendiri dengan studi yang Anda minati sebagai alat bantunya. Katakanlah Anda meminati studi tentang robotik dan Artificial Intelligence (IA). Saat menghadapi pertanyaan tersebut, Anda bisa menjawab antara lain dengan mengutip jumlah penduduk Indonesia atau Asia dalam 10 tahun mendatang dan menjelaskan konteks pemanfaatan robot serta IA dalam dunia industri. Berikan ilustrasi tentang bagaimana masifnya proyeksi tentang penggunaan AI ini (Adidas akan membuka pabrik yang hampir full-robotic di Jerman tahun depan) di dunia dan bagaimana dampaknya di Indonesia (ILO meramalkan 9 juta lapangan kerja industri garmen dan alas kaki akan diganti otomatisasi di Asia Tenggara termasuk Indonesia). Tiap negara akan berkompetisi ketat dalam teknologi IA dan Anda berniat menjadi salah satu ahli dalam bidang ini tahun 2026 untuk membantu Indonesia memiliki daya saing berhadapan dengan negara-negara lain di Asia. Anda juga akan jadi pengajar dalam bidang ini di institusi pendidikan di Indonesia, karena saat ini spesialisasi studi ini di Indonesia masih langka. Bahkan bila perlu Anda ingin turut serta berkontribusi dalam pembentukan unit khusus IA di universitas tempat Anda mengajar kelak. Dream big and make sure you envision this in a grounded-believable way.

4/ Practice, practice, practice

Practice makes perfect. Interview practice(s) make(s) perfect interview. Enough said.

Penulis adalah Dewi Safitri, penerima beasiswa Chevening 2014-2015. Dapat dikontak melalui Twitter di @pendekarsilat11

2 Comments

  1. Kak kan saya baru liat artikel kakak. seandainya waktu menyusun jawaban wawancara sesuai panduan kakak, ternyata kita menyadari bahwa jawaban essay di form sebelumnya tidak selengkap jawaban yang kita mau saat wawancara nanti apa memungkinkan kak?

  2. Administrator 2

    Hai M. Justru mestinya pas wawancara itu Anda elaborasi yang Anda ingin sampaikan lewat form sebelumnya. Wawancara adalah kesempatan bagi interviewer untuk menggali informasi tentang Anda dan bagi Anda untuk memberikan informasi lebih banyak. Manfaatkan sebaik-baiknya. Tapi jangan overkill – over the top. Pilih elaborasi yang sesuai dengan rancangan studi Anda jangan melebar kemana-mana.

Leave a Reply