Academics Life

Find your best spot!

Posisi menentukan prestasi

– Anonim

Studi master di Inggris hanya berlangsung setahun (full time) karena itu menemukan tempat terbaik di kampus akan turut mempengaruhi kualitas studi. Kita sedang bicara tentang posisi secara literal: tempat duduk di perpustakaan, meja belajar di common room, pojok tenang di kafe, ruang yang friendly untuk keperluan toilet serta makan, dan seterusnya.

Kenapa urusan sepele ini penting?

Sebab utamanya: karena mahasiswa Master menghabiskan sebagian besar waktu di kampus. Menemukan tempat yang pas dan cocok untuk belajar, baca jurnal, atau sekedar bersesi Skype dengan keluarga di tanah air adalah hal penting. Tempat yang cocok akan membuat urusan lancar, menjamin WiFi anti lemot, juga nyaman ditinggali berjam-jam sampai larut malam.

Sebab lainnya: ada ribuan (bahkan puluhan ribu dalam beberapa kasus iniversitas tertentu) mahasiswa yang punya kepentingan sama yakni menemukan lokasi strategis untuk belajar di kampus. Lebih cepat menemukan titik ini akan lebih baik. Anda tidak perlu antri terlalu lama untuk memanfaatkan komputer meja, printer atau mesin pembuat kopi. Di musim dingin, lokasi tertentu lebih hangat dari ruangan lain. Ini faktor kenyamanan yang juga penting buat orang Asia seperti kita.

Di musim-musim ujian dan assigment yang berat, adalah hal yang biasa menyaksikan mahasiswa menghabiskan waktu nyaris 24jam di ruang belajar atau perpus. Tapi tidak semua ruang membolehkan mahasiswa membawa dan mengkonsumsi makanan. Kalau gemar belajar sambil mengunyah camilan, mencari lokasi yang food-friendly jadi penting juga.

Belum lagi umumnya library dan study room mengharuskan mahasiswa untuk bersikap tertib dan menghindari bersuara ramai. Kalau butuh belajar bersama atau sekadar perlu berdiskusi dengan teman, sebaiknya pilih ruang yang tak terlalu ketat aturannya. Kafe atau common room bisa jadi contoh.

Pengalaman beberapa kawan mahasiswa Muslim menunjukkan kedekatan lokasi belajar dengan prayer/contemplation room juga patut diperhitungkan. Tak banyak ruang bisa dipakai untuk melaksanakan shalat dan karena itu shalat biasanya hanya bisa dilakukan di ruang yang sudah disediakan. Lumayan juga lho, harus berjalan beberapa ratus meter di musim dingin dengan suhu 2 derajat untuk mencapai mushalla. Jadi pilihan ruang yang nyaman untuk pergi dari dan ke ruang shalat bisa jadi faktor yang patut diperhitungkan.

Dengan memperhitungkan beberapa contoh diatas, hal-hal yang patut jadi faktor penentu mencari ruang nyaman belajar adalah sebagai berikut:

1/ Ketersediaan
Cari tahu tentang semua lokasi yang bisa dipakai sebagai lokasi nyaman. Ada teman yang baru tahu disediakan ruang khusus belajar bagi mahasiswa pasca sarjana riset setelah masa kuliah selesai. Yang bikin si teman ini menyesal adalah ruang itu luas, tenang, menyediakan dapur sederhana dan sofa empuk untuk sekadar meluruskan kaki. Tapi ruang ini tersembunyi, tidak banyak mahasiswa yang tahu keberadaannya. Di tengah ribuan mahasiswa yang berebut fasilitas meja belajar, ini bisa jadi kemewahan yang patut diperjuangkan.

2/ Kebutuhan
Kenali kebutuhan utama Anda: WiFi yang super cepat, stop kontak untuk colokan listrik, dekat fasilitas toilet dan tempat refil air minum, atau pojokan yang tenang tanpa gangguan? Tidak semua tempat belajar menyediakan fasilitas printer, scanner dan mesin fotokopi. Kalau kelengkapan ini penting untuk memenuhi kebutuhan studi Anda, kenali lokasi-lokasi yang menyediakannya.

3/ Jam buka
Beda ruang bisa jadi beda jam kerja maka penting untuk membiasakan diri dengan jam operasi ruang-ruang ini. Misalnya perpus bisa jadi buka 24jam Senin-Jumat tapi hanya buka setengah hari pada akhir pekan. Common room bisa jadi tempat favorit untuk belajar tapi mungkin diatas jam 21.00 sudah harus dikosongkan. Pastikan jam-jam ini untuk belajar tanpa jeda waktu.

Tentu saja tak ada panduan diatas bukan rumus baku. Ada teman yang mati-matian memilih belajar di satu pojok library karena titik itu terletak persis berseberangan dengan meja staf perpustakaan. Staf ini laki-laki dan aduhai gantengnya. You know what I mean. Rupanya dalam kasus si teman ini posisi menentukan pemandangan.

Jadi apa pun posisi pilihanmu, itu lah yang akan jadi ‘prestasi’mu.

Dewi Safitri adalah penerima beasiswa Chevening 2014-15. Bisa dikontak melalui Twitter di @pendekarsilat11

0 Comments

Leave a Reply